Juni 13, 2026

Profil

Riwayat MIN 2

Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 telah didirikan sejak tahun 1951 dan kemudian diNegerikan pada tahun 1959,  yang terletak di jalan Twk.Hasyim Banta No.19 Desa Kampong Mulia Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh Provinsi Aceh.  Madrasah ini letaknya yang stategis dan mudah dijangkau oleh kendaraan serta dikelilingi oleh pemukiman rumah penduduk Kota Banda Aceh ( ±5 kilometer dari pantai utara pusat kota Banda Aceh).

Min 2  merupakan salah satu yang paling  parah merasakan musibah Gempa dan  Tsunami pada 26 Desember 2004 yang lalu. Pasca terjadinya Gempa Bumi dan Gelombang Tsunami Min 2  telah memperoleh bantuan dari rakyat Australia melalui NGO ERA USAID dengan membangun fasilitas gedung madrasah yang baik.

Oleh karena itu, Min Merduati yang berada di bawah naungan Kementerian Agama telah berkoordianasi untuk  terus berbenah agar menjadi madrasah yang memiliki kualitas dan kuantitas untuk diakui ditingkat Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh maupun ditingkat Nasional.

MIN 2 diresmikan pada tahun 1957 yang dikepalai oleh Bapak Ismail Arsyad,  mulai dari tahun 1957. Sampai saat ini yang telah menjabat sebagai kepala MIN Merduati adalah 12 ( Sebelas ) orang yang terdiri dari 4  ( empat ) laki-laki dan 8 ( delapan ) perempuan. Untuk melihat lebih jelas tentang pergantian pimpinan madrasah dan programnya dapat di lihat Tabel 1 dibawah ini

Tabel 1. Pergantian Pimpinan MIS-MIN Merduati

NoNama Kepala MadrasahJenis KelaminPeriode
1Ismail ArsyadLaki-Laki1957-1960
2Ali BasyahLaki-Laki1960-1962
3Asiah NuhPerempuan1962-1976
4M.Nur AliLaki-Laki1976-1980
5Azizah AliamanPerempuan1980-1988
6Hj. Elbi Hasan BasriPerempuan1988-1990
7Hanifah DaudPerempuan1990-1997
8Hj. ZabidahPerempuan1997-2002
9Hj. MurniPerempuan2002-2007
10Drs. Aiyub Jamaluddin, MALaki-Laki2002-2011
11Hj. Ummiyani, S.Ag, M.PdPerempuan2012-2013
12Hilmiyati, S.Ag. MAPerempua2013-2018
13Nurasiah, S.AgPerempuan2018-Sekarang

Sebagai langkah untuk meningkatkan mutu pendidikan, kelompok kerja Madrasah Ibtidaiyah Negeri Merduati mengadakan pertemuan rutin setiap bulannya untuk membahas hasil kerja dan penyamrataan program pendidikan dan pengelolaan. 

Pada era otonomi daerah dimana pemerintah daerah bertanggung jawab dan wewenang yang luas di semua bidang, teramsuk bidang pendidikan, maka dalam pengembangan sumber daya manusia ( SDM ), untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mutu tenaga pendidikan yang lebih profesional, kami telah mengirim guru-guru untuk mengikuti berbagai pelatihan dan seminar yang diselenggarakan di timgkat Provinsi dan tingkat Nasional.

Setiap tahun ajaran baru, calon murid yang mendaftar di MIN Merduati selalu mengalami peningkatan, namun yang lebih di utamakan calon siswa (i) yang berdomisili di sekitar MIN Merduati atau yang tinggal di Kecamtan Kuta Alam.

MIN Merduati Kota Banda Aceh yang berada dibawah naungan Kementerian Agama Kota Banda Aceh dan mempunyai jumlah murid 542 orang.

********

DINIYAH AL USRAH

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

  1. Pendahuluan

Dalam era globalisasi akan terjadi reformasi informasi yang ditandai oleh tingginya prestasi anak bangsa dalam teknologi informatika. Dalam pola hubungan negara maju akan mendominasi negara-negara   berkembang tidak hanya dalam bidang sosial, politik, ekonomi dan juga pendidikan yang mengakibatkan pula peserta didik akan terkena pengaruh akibat kemajuan teknologi tersebut. Menyahuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era globalisasi ini, ummat Islam agar senantiasa membekali diri dengan perangkat iman dan taqwa kepada Allah SWT. Dengan demikian ummat Islam dapat memantapkan langkah untuk mengisi era yang penuh dengan peluang dan tantangan.

Sistem pendidikan Islam  diharapkan akan mampu  mewarnai dan mendidik generasi Islam agar tetap eksis dalam menyesuaikan diri dan menghadapi kemajuan tersebut, mencetak calon pemimpin bangsa yang dapat membaca dan memahami Al-Qur’an. Pemberantasan buta huruf baca tulis Al-Qur’an merupakan salah satu tahap dalam pendidikan Islam yang dimulai sejak dini. Sehingga anak didik diharapkan mampu menghayati dan mengamalkan Al-Qur’an dalam setiap desah nafasnya.

Madrasah Diniyah Taklimiah yang sebelumnya bernama TPQ Terpadu Al Usrah sudah digagaskan mulai dari tahun 2008, tetapi tidak ada pegangannya dari kementerian Agama, Situasi ini berjalan tetapi masih banyak pro dan kontranya. Madrasah Diniyah Taklimiah Al Usrah mulai di bentuk kepengurusan pada tahun tahun 2010. Sebelum tahun 2010 diniah bisa dikatakan sperti Privat Agama bagi kelas 1 s/d 3. Diniyah mulai di terapkan (di rekomendasi oleh kemenag) di awal tahun 2011 yang saat itu masih kepala Madrsaha Bapak Aiyub Jamaludin, MA. Bapak Aiyub, MA adalah orang pertama yang menggagaskan berdirinya TPQ Al-Usrah atau yang sekarang ini sudah berubah namanya menjadi Diniayah Al-Usrah. Adapun yang merupakan program unggulan pada MIN 2 Banda Aceh di bawah naungan Kementrian Agama kota Banda Aceh saat itu,

TPQ ( Diniyah Al Usrah) MIN 2 merupakan TPQ pertama kali menjadi yang menjadi penggerak utama amanat masa depan generasi Islam  ini. Dengan teknik dan metode pengajian yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak muslim, lembaga ini telah melahirkan murid-murid yang didambakan semua pihak. Jadi kerjasama yang baik sangat diharapkan untuk tetap berjalannya tugas mulia ini sekarang dan di masa mendatang, sehingga dapat meraih impian yang didambakan. Tasyakkur dan wisuda merupakan bagian dari tahapan pengajian yang amat  penting bagi semua pihak, terutama anak-anak.

Visi Dan Misi

VISI

Mencetak generasi Qur’ani yang memiliki kepribadian yang kuat baik secara ilmu adan moral.

MISI

  1. Melahirkan santri yang mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan baik dan benar.
  2. Melahirkan santri yang berakhlak mulia dan berprestasi
  3. Mengembangkan kebiasaan beribadah kepada Allah SWT
  4. Menanam nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT
  5. Mengenal sirah Nabawiyah sebagai pembentuk moral yang baik
  6. Menanamkan semangat Ukhwah Islamiah.
  7. Melahirkan Generasi yang jujur dan amanah untuk masa yang akan datang.

RIWAYAT PENGURUS

Adapu susunan kepengurusan Diniyah Al usrah dari pertama berdiri sampai saat ini sebagai berikut :

NoKepala DiniyahBendahara DiniyahBidang KurikulumBidang KesantrianMasa JabtanKepala Madrasah
1Saumiati, S.AgAs. Dewi, S.Pd.I2010 -2011Aiyub, M.Ag
2Yusniar S.AgCut Sarina, S.Pd.IUstz. Azhar M.AgUstz.Bustami, M.Ag2011 -2013Umiyani, M.Pd
3Yusniar S.AgCut Sarina, S.Pd.IUstz.Bustami, M.AgUstz.Ridwan, S.Ag2013 -2017Hilmiyati, M.Ag
4Yusniar S.AgCut Sarina, S.Pd.IUstz.Bustami, M.AgUstz.Ridwan, S.Ag2017 -2018Hilmiyati, M.Ag
5Yusniar M.AgCut Sarina, S.Pd.IUstz.Bustami, M.AgUstz.Ridwan, S.Ag2018 -2019Nurasiah, S,Ag
6Mubarik, S.Pd.IAnisah, S.Pd.IUstz. Bustami, M.AgUstz.Ridwan, S.Ag2019 -2020Nurasiah, S,Ag
7Mubarik, S.Pd.IAnisah, S.Pd.IUstaz Amin, S.AgUstz.Ridwan, S.Ag2020 -SekarangNurasiah, S,Ag

Berdasarkan perkembangan di lapangan, bahwa diniyah Al-Usrah baru di terapkan untuk seluruh siswa mulai dari kelas 1 s/d 3. tahun 2013 untuk tahun sebelumnya hanya kelas 1 s/d 6 dan belum wajib di ikuti. Mulai dari tahun 2017 diniyah sudah merupakan program yang wajib di ikuti oleh setiap siswa/i yang sekolah di MIN 2.

Program Diniyah

Program utama (MADIN ) Madrasah Diniayah AL-Usrah tahun ini adalah terlaksananya pembagian robel belajar berdasarkan dari tingkat kemampuan hafalan anak. Masing-masing tingkat kelas akan di buat pembelajaran terfokus pada kemampuan dan bakat yang di miliki oleh anak itu sendiri. Dengan demikian tidaklah ada anak yang merasa dirugikan karena harus mengunggu hafalan kawan sebayanya. Sebagaimana lazimnya TPQ / Madrasah Diniah Taklimiah  yang lain, masa pengajian setiap tahun ajaran untuk murid MADIN Al Usrah MIN 2 Kota Banda Aceh, adalah satu tahun (dua semester). Untuk mengevaluasi prestasi belajar pada semester pertama adalah dengan pembagian rapor. Sedangkan untuk semester kedua (satu tahun pengajian) atau lebih ditandai dengan pelaksanaan Tasyakkur (Kenaikan Tingkat) dan Wisuda (Tamat dari MADIN). Tasyakkur ialah kenaikan tingkat murid dari jenjang kelas Iqra’ ke jenjang kelas Al Quran (kelas 1,2 dan 3). Wisuda ialah untuk menamatkan murid kelas 6 (enam) yang merupakan tingkat akhir.

Kegiatan

Kegiatan yang sudah menjadi rutinitas setiap hari di lakukan pada hari selasa s/d kamis adalah shalat dhuha dan shalat dzuhur berjamaah. Selesai shalat dzuha di lanjutkan dengan tamid, tahlil, zikir dan ceramah singkat yang di sampaikan oleh ustaz dan ustazah secara bergantian. Untuk tahun depan depan yang berpidato atau memimpin shalat mungkin akan di libatkan juga santri Diniyah yang punya kecakapan khusus untuk menjadi motivasi bagi santri lainnya.

Selain kegiatan rutinitas harian, ada juga kegiatan tahunan seperti kegiatan Tasyakur dan Wisuda yang di lakukan setiap akhir tahun ajaran. Untuk Kegiatan Tasyakur Kenaikan  Tingkat, MADIN Al Usrah MIN 2 Kota Banda Aceh selain akan diisi dengan acara formal, seperti Ikrar Santri, Mars MADIN Al Usrah , seremonial perpisahan murid Wisuda, Tilawah,  dan juga akan menampilkan beberapa kebolehan para murid dari sanggar MADIN seperti: Nasyid, Tahfidz, Tarian Ranub Lampuan, Tarian Rapa-i Geleng,  dan dramatisasi Puisi. Semua acara kebolehan murid ini tentunya dikemas dalam format yang Islami.

Bakat Minat

Untuk meningkatkan kemampuan santri diniyah al-usrah agar lebih maksimal, diniah membuat program bakat minat terbimbing (hanya di peruntukan untuk santri yang memiliki kemampuan bakat khusus. Program bakat minat yang sudah di jalankan lebih kurang 1 tahun terakhir adalah sebagai berikut :

  1. Program kelas Tahfidz
  2. Program Kelas Tilawah
  3. Program Kelas Kaligrafi
  4. Program Kelas Pidato (tahun ini)
  5. Program Dalae Khairat (tahun ini)

Dari program bakat minat yang di laksnakan rata-rata / kelas santri nya 10 s/d 15 orang. Dari ke 5 program di atas, Minat santri lebih banyak di Kelas Tahfidz dan kaligrafi.

Prestasi Diniyah

PRESTASi DINIYAH PADA TAHUN 2020

NoCabang LombaNama Peserta JuaraTempat PenyelenggaraNama PelatihTanggal Perolehan
1Tahfiz ( 2 Juz)Fatimah NajlaJuara IIISD IT Nurul QuranUstaz Ridwan17-02-2020
2Tahfiz ( 2 Juz)Gibran GinovalJuara IMAS  DarussyariahUstaz Bustami27-02-2020
3Tahfiz ( 2 Juz)Fatimah NajlaJuara IIIMAS  DarussyariahUstaz Ridwan27-02-2020