Libur semester kembali tiba, setiap siswa tentu antusias menyambutnya, pun demikian sama juga dengan orang tua, mereka tentu ingin merasakan hal yang menarik dan menyenangkan dengan menghabiskan waktu bersama semasa libur sekolah. Tidak sedikit orang tua yang dengan sengaja dan jauh-jauh hari sudah merencanakan atau menjadwalkan cuti untuk menemani anaknya mengisi waktu libur. Orang tua yang selama ini sibuk bekerja sehingga dalam berinteraksi dengan anak-anak yang lumayan terbatas, hal tersebut merupakan peluang yang bagus untuk melakukan kegiatan bersama dengan sekeluarga.
Tentu suatu hal yang sangat baik ketika orang tua meluangkan waktu dan menyusun rencana untuk kegiatan keluarga dengan kegiatan-kegiatan yang bernilai dan bermanfaat menjelang hari libur. Jadi liburan juga merupakan sesuatu yang dapat dijadikan sebagai kesempatan bagi orang tua untuk memperbaiki yang kurang dalam proses belajar mengajar yang selama ini biasanya dilakukan dimeja belajar sekolah atau madrasah. Karena pada dasarnya , pendidikan merupakan harapan dan tujuan untuk menjadikan anak-anak lebih berkualitas. Anak-anak tidak hanya memiliki kemampuan dibidang akademis, namun sekaligus juga memiliki keterampilan dan yang sangat penting adalah kepribadian Islam yang tangguh.
Lalu bagaimana mengisi masa libur anak di rumah dengan tidak menghilangkan suasana pembelajaran yang efektif sebagaimana di sekolah? atau mungkin saja selama ini kita selalu mempercayakan pendidikan anak hanya di sekolah saja? Jika benar, saat ini adalah waktu yang baik untuk memperbaiki mindset para orang tua bahwa pendidikan anak tidak cukup hanya mengandalkan sepenuhnya terbentuk di sekolah.
Barangkali kita semua mengetahui, bahwa terkadang para gurupun tidak sepenuhnya merubah anak menjadi yang terbaik, meskipun usaha yang dilakukan sudah semaksimal mungkin. Tetapi minimal membuatnya menjadi lebih baik. Disamping memaksakan sesuatu kepada anak didikpun juga tidak sepenuhnya terhitung baik. Dan tidak sedikit perasaan seperti itu tentu dirasakan oleh setiap guru atau pengajar. Namun perasaan untuk membentuk generasi terbaik lebih kuat dan bahkan lebih besar pasti selalu ada, karena hal tersebut merupakan peran wajib sebagai pengajar atau guru dalam membina anak didik dilingkungan sekolah, selain itu tidak kalah pentingnya, yang harus diperhatikan akan peran orang tua dalam membimbing di lingkungan rumah, apalagi selama libur sekolah, sudah barang tentu anak-anak selama dua puluh empat jam berada dilingkungan rumah.
Aspek terpenting dan perlu untuk diperhatikan dalam menumbuhkan kepribadian yang dimaksud tersebut adalah keteladanan dan kepedulian, khususnya pembinaan agama bagi anak. Biasanya diantara faktor yang membuat anak terlambat bekembang adalah kurangnya pengalaman dan keteladanan. Pengalaman biasanya bisa dibentuk dengan banyak melakukan susuatu, baik mempelajari ilmu baru, dan sering mencoba hal baru. Namun ada beberapa aktivitas yang perlu dan butuh keteladanan sebagai kunci kematangan suatu ilmu yang sudah dipelajari.
Sebagai contohnya, untuk anak sekolah madrasah, anggap saja di sekolah atau madrasah sudah pernah diajarkan bagaimana belajar membaca Iqra atau Al-quran, setiap hari diulang, dilatih dan dites sesuai dengan target. Sepulang dari sekolah si anak merasa puas mendapatkan perkembangan menguasai ilmu baru. Namun tidak sedikit kejadian, terkadang sesampai dirumah, sayangnya kemampuan itu tidak diapresiasi oleh orang tua, bahkan ditanyapun barangkali tidak. Inilah salah satu yang mejadikannya peran orang tua bagi perkembangan ilmu anaknya tidak berbekas. Wajarlah jika anak bertanya dalam pikirnya, “Untuk apa aku belajar ilmu yang aku tidak butuh sebagaimana orang tua ku tidak membutuhkannya?”
Hal lainya juga seperti di madrasah atau sekolah sudah diajarkan akhlak yang baik, etika yang sesuai dengan yang diajarkan oleh rasulullah, berpenampilan yang sopan atau menutup aurat, ucapan yang harus selalu dijaga dengan perkataan yang bermanfaatn, yang baik dan sebagainya. Maka ini merupakan peran orang tua yang harus diperhatikan untuk memberikan keteladanan yang baik kepada si anak. Saat anaknya menghafal surat-surat pendek, orang tuanya lebih suka melantunkan lagu-lagu yang tidak berfaedah, yang lagi viralnya ditiktok atau media-media lainya. Saat di sekolah diajarkan kebaikan menutup aurat, di rumah orang tuanya lebih memilih pakaian yang terbuka auratnya. Baiknya ubah kebiasaan kita sebagaimana berharap mereka mencontoh yang baik dari kita. Maka alangkah baiknya mengisi waktu liburan ini dengan menjadi teladan baik bagi anaknya, khususnya teladan dalam mengajarkan tauhid, ibadah, akhlak dan moral.
Saat-saat ini adalah waktu yang cocok menjadi teladan bagi anak-anak. Bersama sambil membimbing pembelajaran, sambil membersamai dalam aktivitas ibadah. Isi liburan dengan ragam kegiatan yang penuh faedah dan bermanfaat. Banyak aktifitas yang kaya manfaat dapat dilakukan semasa libur sekolah tiba, diantaranya adalah:
Pertama, Mengulang atau meningkatkan pemahaman agama. Ya, masa liburan tentu bisa digunakan untuk meningkatkan pemahaman anak pada ilmu-ilmu pengetahuan yang sudah pernah dipelajari disekolah atau pemahaman ajaran agama Islam, mulai dari peningkatan kulalitas ibadah baik dalam praktek gerakan shalat atau bacaan-bacaan doa yang sudah pernah diajarkan disekolah atau belum, mengulang atau murajaah hafalan ayat-ayat al quran, bahkan bisa jadi menambah hafalan baru bila si anak mampu dan sudah sudah sempurna dengan hafalan sebelumnya. Selanjutnya bisa mengulang atau memepelajari kajian sirah Nabi Saw dan para sahabat serta ulama-ulama yang masyhur, sampai peningkatan semangat juang mereka.
Kedua, Membangun dan mengasah kepedulian terhadap sesama muslim, Masa libur juga dapat digunakan sebagai kesempatan bagi orang tua untuk membangun kepedulian anak terhadap saudaranya sesama muslim, bisa saja melalui dengan cara mengakseskan mereka informasi lewat media cetak atau eletronik yang berkaitan dengan perkembangan negeri-negeri muslim lainnya. Atau langkah praktis lainnya adalah dengan memutar film-film atau mengumpulkan berita dan informasi yang berkaitan dengan perkembangan kehidupan kaum muslim didalam atau luar negeri. Dan kemudian mendiskusikan bersama mereke serta mengajak untuk menyusun rencana aksi, misalnya hal yang paling simple dan sederhana adalah dengan mengajak mereka untuk menyisihkan sebagian uang jajan atau tabungannya untuk membantu saudara sesama muslim yang sedang bernasib malang dan dilanda musibah. Langkah lainnya dalam kegiatan peduli ini bisa dilakukan dengan cara mengunjungi panti asuhan agar mereka bisa ikut turut merasakan bagaimana sedihnya ketika tidak lagi memilik orang tua baik ayah atau ibu, dan paling penting adalah berbagi keceriaan bersama anak-anak panti. Hal ini sebagai langkah untuk anak agar selalu mensyukuri akan nikmat Allah Swt.
Ketiga, melatih keterampilan, Liburan tidaklah selalu diidentik dengan berpergian dan rekreasi semata, melainkan waktu tersebut juga baik digunakan dan dimanfaatkan untuk melatih keterampilan anak dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga, pekerjaan rumah sehari-hari kadang memang terlihat spele, tetapi yang namanya jika tidak terlatih dan tidak dibiasakan pasti membuat anak canggung ketika harus mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. Orangtua harus terlibat aktif dalam mengajak dan mengajarkan keterampilan pekerjaan rumah kepada anaknya, sehingga ia tahu persis cara yang benar. Jika dikerjakan bersama-sama dan diselingi canda, anak-anak juga akan merasa gembira. Jadi, siapa bilang rekreasi harus selalu berarti pergi jauh?
Keempat, mejalin keakraban dan silahturrahim, ukhwah silahturrahim sangat perlu untuk digalakkan, karena hal tersebut juga merupakan amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah Saw, Jadi mengisi waktu libur dengan bersilaturrahim kepada kerabat atau kelurga di kampung sangat baik untuk dilakukan.
Kelima, Mengenal Allah melalui Ciptaan-Nya, Ketika berencana dan berpergian (berwisata) di alam bebas dan terbuka, kenalkan kepada mereka bagaimana kebesaran Allah akan cipataan-Nya, baik melalui tumbuhan, binatang dan alam terbuka apakah gunung atau laut. Dimana Allah mencipatakan berbagai macam bentuk makluk hidup, dengan segala kehendak dan kebesarannya,
Oleh demikian, Tidak sedikit hal yang dapat dilakukan pada saat masa liburan tiba, asalkan semuanya direncanakan, dijadwalkan dan diatur dengan baik, dengan demikian Insyaallah anak akan menjadi lebih berkualitas, Maka, jelas sekali bahwa libur sekolah bukan berarti anak atau siswa berhenti belajar, tetapi jadikan masa libur itu bermakna, berkesan, bermanfaat dan arena untuk belajar dan mendidik.
Zulfikri, M.Ag
(Humas Diniyah Al Usrah
MIN 2 Kota Banda Aceh)